News

PPN Ternate Fasilitasi Sertifikasi 70 Nelayan, Ada Jalur Percepatan Ankapin/Atkapin Tingkat III

Sebarkan:

 

Berlangsungnya pelatihan

Ternate - Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate bersama Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Ambon menggelar pendidikan dan pelatihan sertifikasi bagi 70 nelayan dari berbagai kabupaten/kota di Maluku Utara.

Kegiatan yang berlangsung 24 September hingga 3 Oktober 2026 itu meliputi pelatihan BSTF II, Sertifikasi Kompetensi Nelayan (SKN) bidang Nautika dan Teknika, upgrading Ankapin/Atkapin Tingkat III, serta ujian Ankapin/Atkapin Tingkat III.

Dari 70 peserta, sebanyak 55 orang merupakan nakhoda kapal, sedangkan 15 lainnya merupakan kepala kamar mesin (KKM).

Instruktur Ahli Muda/Katimja Pelatihan BP3 Ambon, Ekadasa Priantara, S.T., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan melengkapi awak kapal dengan sertifikat kompetensi sesuai kelas kapal yang dinahkodai.

Menurutnya, sertifikasi menjadi persyaratan penting bagi perwira maupun anak buah kapal (ABK) sebelum menjalankan tugas di laut.

“Ini merupakan kegiatan untuk melengkapi awak kapal dengan sertifikat sesuai kelas kapalnya. Sesuai arahan Kementerian Kelautan dan Perikanan, perwira maupun ABK wajib memiliki sertifikat,” katanya, Kamis (24/9). 

Ia menjelaskan, PPN Ternate berinisiatif memfasilitasi pelaksanaan pelatihan dengan menghadirkan instruktur dari BP3 Ambon. Program tersebut sekaligus menjadi upaya mempercepat proses peningkatan kompetensi awak kapal di Maluku Utara.

Untuk memperoleh sertifikat Ankapin/Atkapin Tingkat III, peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain memiliki buku pelaut, Basic Safety Training (BST), serta mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi sesuai bidangnya.

Bidang Nautika diperuntukkan bagi nakhoda, sementara bidang Teknika berkaitan dengan kompetensi kepala kamar mesin.

Ekadasa menyebut program percepatan memungkinkan awak kapal memenuhi tahapan peningkatan sertifikasi melalui skema yang lebih singkat dibandingkan jalur reguler yang membutuhkan waktu dan persyaratan lebih panjang.

Sementara itu, Kepala PPN Ternate, Amirullah Sjahir, mengatakan pelaksanaan pelatihan di Ternate merupakan bentuk fasilitasi agar nelayan tidak perlu pergi ke Ambon untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan.

“Kami dari PPN Ternate memfasilitasi agar lebih efektif dan efisien, sehingga nelayan tidak perlu ke Ambon. BP3 Ambon kami datangkan ke sini sebagai tim pengajar,” ujarnya.

Amirullah menegaskan, pendidikan dan pelatihan serta sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting sebelum awak kapal menjalankan aktivitas di laut.

Menurutnya, sertifikat menjadi bukti bahwa awak kapal telah memenuhi kompetensi yang dipersyaratkan. Hal tersebut penting mengingat aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan memiliki berbagai risiko, termasuk gelombang tinggi maupun kecelakaan antarkapal.

“Dengan pendidikan dan pelatihan ini mereka mendapatkan sertifikat, seperti naik kelas. Sertifikat yang sebelumnya dimiliki dilakukan penyesuaian melalui upgrading, bukan berarti tidak berlaku, tetapi diperbarui atau ditingkatkan,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi semakin banyak nelayan di Maluku Utara untuk mengikuti program peningkatan kompetensi dan sertifikasi awak kapal.

Amirullah juga membuka peluang agar fasilitasi serupa dapat dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan maupun instansi terkait lainnya.

“Harapan kami, setelah kegiatan ini menjadi titik awal bagi nelayan-nelayan selanjutnya untuk bisa mengikuti program seperti ini, bukan hanya PPN yang memfasilitasi, tetapi juga Dinas Perikanan dan Kelautan maupun instansi terkait lainnya,” pungkasnya. (Tim/Red). 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini