News

Jalan Guruapin-Modayama Sisakan 8 Kilometer, Gubernur Malut Didesak Anggarkan Kelanjutan

Sebarkan:

 

Wakil Sekretaris Bidang Humas, Komunikasi, dan Informasi Publik DPW PAN Maluku Utara, Supanji S. Tawari

Halsel - Ruas jalan Guruapin–Modayama yang menghubungkan Kecamatan Kayoa dan Kayoa Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, masih menyisakan sekitar 8 kilometer yang belum diaspal.

Pembangunan ruas jalan tersebut sebelumnya telah dikerjakan melalui tahap I pada Tahun Anggaran 2023. Pemerintah Provinsi Maluku Utara saat itu mengalokasikan anggaran sebesar Rp31,522 miliar, namun pekerjaan belum dapat menuntaskan seluruh ruas karena keterbatasan anggaran.

Wakil Sekretaris Bidang Humas, Komunikasi, dan Informasi Publik DPW PAN Maluku Utara, Supanji S. Tawari, mendesak Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda agar segera mengalokasikan anggaran untuk melanjutkan pembangunan ruas jalan tersebut pada Tahun Anggaran 2027.

Pernyataan itu disampaikan Supanji dalam keterangan resminya, Senin (21/9).

"Jalan dan jembatan adalah fasilitas dasar yang sangat vital bagi masyarakat. Oleh karena itu, Pemprov Maluku Utara, khususnya Ibu Gubernur, wajib memberikan perhatian serius dan menganggarkan kelanjutan pembangunan ini demi kenyamanan dan kelayakan hidup warga Pulau Kayoa," tegas Supanji yang akrab disapa Bang Panji.

Menurut Supanji, penyelesaian ruas jalan tersebut penting untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan.

Sebagai putra Laromabati, Kecamatan Kayoa Utara, Supanji juga menyinggung dukungan masyarakat Kayoa terhadap pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara pada Pilkada 2024.

"Secara politik etis, kemenangan yang diberikan masyarakat Kayoa menuntut tanggung jawab nyata. Ada kewajiban moral untuk memberikan sesuatu yang berarti bagi daerah ini," ujarnya.

Namun, Supanji menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak semata-mata berkaitan dengan dukungan politik. Menurut dia, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan dan pembangunan secara merata kepada seluruh masyarakat.

"Saya berdiri sebagai putra daerah ini untuk mengingatkan: warga Kayoa juga berhak atas pemerataan pembangunan. Jangan biarkan harapan mereka dikesampingkan begitu saja," tegasnya.

Ia juga mempertanyakan belum adanya kelanjutan pembangunan ruas jalan tersebut setelah pekerjaan tahap I.

"Agar tidak berkembang asumsi yang tidak-tidak, kami menuntut Gubernur Sherly Tjoanda segera menetapkan anggaran penyelesaian ruas jalan ini pada Tahun Anggaran 2027. Janji dan perhatian harus dibuktikan dengan tindakan nyata," pungkas Supanji. (Tim/Red). 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini