Koordinator Gammak-Jakarta, Rahmat Karim
Halsel, ST - Gerakan Aksi Mahasiswa Maluku Utara (GAMMAK) Jakarta soroti Pungutan Liar (Pungli) yang di lakukan para Pengusaha di Tambang Emas Ilegal Kusubibi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).
Koordinator Gammak Jakarta, Rahmat Karim, kepada media ini mengatakan, bahwa baru-baru ini, Polda Maluku Utara telah melakukan sedikitnya puluhan pengusaha tambang ilegal Kusubibi yang diduga kuat terlibat pungutan kepada para penambang, diantaranya para pengguna Tong, Tromol dan pembeli emas.
"Tindakan yang di ambil Polda Malut perlu di apresiasi, tapi masih dinilai tebang pilih dalam menindak dengan serius," ujar Rahmat, Kamis (05/03/2026).
Rahmat, mendesak agar Kapolda Malut lebih serius tindak tegas kepada pengusaha tambang ilegal kusubibi, lebih-lebih nya kepada dua pengusaha yang dinilai bandel yakni, Hi. Malang dan Hi. Iwan. Karena diduga kuat kedua pengusaha ini dibekingin Kapolsek Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan.
"Sesuai dengan hasil investigasi kami di lapangan bahwa terdapat puluhan pengusaha yang bertindak semena-mena kepada para penambang, terlebihnya dua pengusaha yang sudah lama melakukan pungutan liar terhadap para penambang, dua pengusaha ini yaitu, Hi. Malang dan Hi. Iwan," sebutnya.
Kata Rahmat, pungutan yang dilakukan kedua pengusaha ini, yakni untuk pengguna Tong dikenakan pungutan sebesar Rp2.000.000, pengguna Tromol dikenakan pungutan Rp1.000.000, sedangkan untuk pembeli Emas dikenakan pungutan sebesar Rp1.500.000 per bulan.
Rahmat yang juga sebagai putra Maluku Utara ini, mendesak agar kapolda malut lebih serius tindak tegas dua aktor pengusaha tambang ilegal kusubibi ini.
"Dalam waktu dekat Gammak-Jakarta akan turun ke jalan melakukan aksi demontrasi di depan menteri ESDM dan Mabes Polri serta secara langsung memasukan laporan ke mabes polri, atas lambatnya penanganan tambang ilegal dan juga pungutan liar di tambang emas ilegal kusubibi oleh Kapolda Malut dan itu selalu di manfaatkan oleh Hi Malang, Hi Iwan dan Kapolsek Bacan Barat" tegasnya. (Tim/Red).
