News

Proyek Gedung Kanwil Kemenkum Malut 41 Miliar Disorot: Belum Dihuni Sudah Tahap Pemeliharaan

Sebarkan:

 

Suasana tahapan perbaikan dan perlengkapan gedung 

Ternate, ST - Proyek pembangunan Gedung Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Maluku Utara di Jalan Makugawene, Kelurahan Kayu Merah, menuai sorotan tajam. 

Meski hingga kini gedung megah tersebut belum ditempati, proyek senilai Rp41,191 miliar itu justru diklaim telah masuk tahap pemeliharaan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi bangunan berlantai tersebut menunjukkan sejumlah kejanggalan fisik. Beberapa bagian tiang gedung tampak belum tuntas dikerjakan, kebocoran pipa air di area toilet, hingga plafon bangunan yang terlihat rapuh.

Padahal, proyek Tahap II yang dikerjakan oleh PT Citra Karunia menggunakan APBN 2025 ini seharusnya sudah berfungsi sesuai jadwal.

Humas Kanwil Kemenkum Malut, Irwan, saat dikonfirmasi pada Rabu (25/02/2026), membenarkan bahwa pekerjaan fisik telah dinyatakan selesai pada Desember 2025. Terkait kondisi bangunan yang compang-camping, Irwan berdalih hal itu merupakan tanggung jawab kontraktor dalam masa pemeliharaan selama enam bulan.

"Kontraktor masih menjalankan pemeliharaan sebagai evaluasi kinerja selama 6 bulan. Jadi kalau ada yang kurang sedikit, seperti tegel pecah atau AC kurang dingin, pelaksana berkewajiban memperbaiki. Tapi status pekerjaan sudah selesai," ujar Irwan.

Namun, pernyataan mengejutkan keluar saat disinggung mengenai kerusakan struktur. Irwan menyebutkan bahwa untuk tulang plafon bukanlah kerusakan, melainkan bagian dari desain.

"Soal beberapa tiang sudah retak itu mungkin perbaikan pipa yang bocor, dan untuk rangka plafon itu modelnya begitu," klaimnya.

Proyek dengan kode anggaran Wa. 7099.EBB.971.051.OA.533121 ini dikabarkan telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada pekan lalu. Meski hasil resmi belum dirilis, pihak Kemenkum Malut secara langsung mengakui adanya potensi kerugian atau kesalahan dalam proyek tersebut.

"Pasti ada temuan, karena namanya proyek tetap ada temuan, tapi sudah selesai," tandas Irwan.

Hingga berita ini diturunkan, gedung yang menelan anggaran puluhan miliar tersebut masih kosong dan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera difungsikan, sementara kerusakan fisik terus bermunculan di berbagai titik strategis bangunan. (Tim/Red).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini