News

BSI Ternate dan Unkhair Perkuat Sinergi dan Koordinasi Keuangan Syariah di Maluku Utara

Sebarkan:

 

Pertemuan Bank BSI Syariah Ternate dan Jajaran Pimpinan Universitas Khairun. (Dok Humas). 

Ternate, ST - Pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ternate bertemu dengan jajaran pimpinan Universitas Khairun (Unkhair), Selasa (03/03/2026). 

Pertemuan yang diinisiasi oleh BSI itu berlangsung di Lantai II Syamafira Resto, Jalan Pandara, Kota Ternate, itu membahas penguatan sinergi dan koordinasi pengelolaan keuangan berbasis perbankan syariah di Maluku Utara.

Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM, menyampaikan apresiasi atas komunikasi yang selama ini terjalin antara Unkhair dan BSI Ternate.

“Kami sering bertemu, baik di kampus maupun dalam berbagai kegiatan. Komunikasi juga intens, termasuk dengan jajaran BSI. Ini menjadi modal penting untuk membangun sinergi yang lebih kuat,” tutur Rektor.

Rektor mengungkapkan, Unkhair telah dua kali memperoleh pembangunan gedung yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), masing-masing pada 2024 dan 2025. 

Pada 2024, pembangunan gedung Fakultas Hukum di Kampus Timur menjadi simbol kemajuan infrastruktur kampus.

Pada 2025, Unkhair kembali mendapatkan pembangunan gedung laboratorium yang akan dimanfaatkan Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).

Menurut Rektor, skema pembiayaan berbasis syariah seperti SBSN seharusnya selaras dengan penguatan kerja sama bersama BSI.

“Karena sumber pembangunan berasal dari SBSN, tentu idealnya program-program keuangan juga memiliki keterkaitan dengan BSI sebagai bank syariah,” katanya.

Rektor juga menegaskan, pengelolaan keuangan kampus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Namun, peluang kerja sama baik secara kelembagaan maupun personal tetap terbuka, termasuk dalam pengelolaan dana, payroll, maupun pengembangan ekosistem keuangan syariah di lingkungan kampus.

Sementara itu, Branch Manager BSI Cabang Ternate, Suwarman, memaparkan posisi strategis BSI yang kini resmi menjadi BUMN setelah RUPSLB 22 Desember 2025 dan efektif secara administratif sejak 23 Januari 2026.

“Sekarang bank BUMN itu ada lima. Selain Mandiri, BRI, BNI, dan BTN, ada BSI sebagai bank syariah,” terangnya.

Ia menyebutkan, aset BSI saat ini mencapai sekitar Rp 480 triliun dengan pangsa pasar perbankan syariah nasional sekitar 67 persen. 

Secara global, lanjut Suwarman, BSI masuk jajaran sembilan bank syariah terbesar dunia.

Tak hanya itu, sambungnya BSI telah berstatus sebagai Bank Operasional Pertama, sehingga dapat mengelola dana pemerintah daerah, menjadi bank persepsi penerimaan negara, hingga penyaluran gaji ASN. 

Ia menambahkan, BSI juga menawarkan skema payroll dosen dan tenaga kependidikan sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan, yang mewajibkan pengelolaan gaji melalui bank konvensional dan bank syariah.

Selain layanan perbankan umum berbasis syariah, kata dia, BSI memperkenalkan sejumlah produk unggulan untuk ekosistem kampus, mulai dari beasiswa melalui BSI Maslahah, pembiayaan griya dan haji, hingga layanan Bullion Bank atau bank emas yang diresmikan pemerintah pada Februari 2025.

Melalui pertemuan tersebut, kedua pihak berharap sinergi antara dunia pendidikan dan perbankan syariah semakin kuat, sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Maluku Utara. (Humas Unkhair). 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini