News

Sahril Taher Puji Nurjaya Ibrahim di Hadapan 300 Peserta Diklat Laskar Gerindra: Anggota DPRD Harus Berani Bela Rakyat

Sebarkan:

 

Ketua DPD Gerindra Maluku Utara Sahril Tahir dan Anggota DPRD Kota Ternate Nurjaya H. Ibrahim

Sofifi – Ketua DPD Partai Gerindra Maluku Utara, Sahril Taher, secara terbuka memuji keberanian anggota DPRD Kota Ternate, Nurjaya Ibrahim, dalam membela kepentingan masyarakat. Pujian tersebut disampaikan di hadapan 300 peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra Maluku Utara 2026 di GOR Ake Kolano, Sofifi, Kota Tidore Kepulauan. Senin (19/10). 

Momen itu terjadi saat Sahril menyampaikan materi pada hari pertama diklat. Ia memperkenalkan sejumlah kader Gerindra yang berhasil menduduki jabatan strategis di lembaga legislatif maupun eksekutif.

Saat menyebut nama Nurjaya Ibrahim, Sahril secara khusus menyoroti keberaniannya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Ada Ibu Nurjaya Ibrahim, siapa yang tidak kenal beliau, kader Gerindra yang dikenal berani membela kepentingan masyarakat,” kata Sahril di hadapan peserta diklat, 

Ia kemudian menegaskan bahwa keberanian memperjuangkan kepentingan rakyat harus menjadi sikap yang melekat pada setiap anggota DPRD.

“Jadi anggota DPRD harus seperti itu. Berani membela kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disambut meriah oleh ratusan peserta diklat yang hadir. Sahril menilai Nurjaya telah menjalankan perannya sebagai wakil rakyat dengan baik, sejalan dengan amanah dan cita-cita perjuangan Partai Gerindra.

Dalam kesempatan itu, Sahril juga menegaskan bahwa sejak didirikan oleh Prabowo Subianto, Partai Gerindra berkomitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil, termasuk kaum miskin, buruh, dan petani.

Menurutnya, kader Gerindra harus hadir langsung di tengah masyarakat dan tidak sekadar menjadi representasi partai. Kehadiran kader harus diwujudkan melalui kerja nyata dalam memperjuangkan kebutuhan serta aspirasi rakyat.

Diketahui, Diklat Laskar Gerindra Maluku Utara 2026 diikuti 300 peserta yang berasal dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara. Para peserta akan mengikuti proses pendidikan dan pelatihan selama tiga hari untuk memperkuat kapasitas serta peran kader dalam menjalankan tugas organisasi. (Tim/Red). 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini