Kondisi ikan dipasar gamalama, kota ternate
Ternate, ST - Cuaca buruk yang melanda perairan Maluku Utara beberapa pekan terakhir berdampak pada kenaikan harga ikan di pasar-pasar Kota Ternate.
Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate, Kamaruddin, mengatakan kondisi cuaca yang tidak bersahabat sejak awal 2026 membuat aktivitas melaut para nelayan terganggu. Akibatnya, pasokan ikan ke pasar menurun.
“Cuaca buruk menjadi penyebab utama kelangkaan ikan. Bahkan daerah penghasil seperti Bacan sudah tidak lagi mengirim pasokan ikan ke Ternate,” ujar Kamaruddin saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (07/03/2026).
Ia menjelaskan, berkurangnya pasokan membuat harga sejumlah jenis ikan melonjak tajam. Ikan cakalang yang sebelumnya dijual sekitar Rp15.000 per kilogram kini naik hingga Rp35.000 per kilogram.
Menurut dia, banyak kapal nelayan tidak dapat melaut karena kondisi gelombang yang tinggi di wilayah penangkapan ikan.
Beberapa kapal yang sempat mencoba melaut pun kembali tanpa hasil tangkapan.
Dalam kondisi normal, kata Kamaruddin, Kota Ternate biasanya menerima pasokan sekitar 11–12 ton ikan per hari dari wilayah Bacan.
Meski demikian, PPN Ternate masih memiliki cadangan ikan ekspor sekitar 20 ton yang terdiri dari ikan tuna dan ikan dasar. Stok tersebut untuk sementara ditahan dan akan dikeluarkan jika kondisi pasar semakin membutuhkan.
“Stok ikan sebenarnya masih ada, tetapi stabilitas harga sangat bergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan ikan di laut,” jelasnya.
Ia berharap cuaca di perairan Maluku Utara segera membaik agar nelayan dapat kembali melaut dan pasokan ikan ke pasar kembali normal. (Tim/Red).
