Suasana Rakor dengan melibatkan semua Forkopimda
Ternate, ST - Kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku Utara yang bertempat di Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate. Rabu, (06/05/2026) kemarin.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, Danrem 152/Baabullah, Brigjen TNI Enoh Solehudin, S.E. Kabinda Maluku Utara, Pjs. Kapolda Maluku Utara, Danlanal Ternate Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara dan Ketua DPRD Maluku Utara.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan bahwa pentingnya memperkuat sinergi dan soliditas antar unsur Forkopimda dalam menghadapi berbagai dinamika daerah.
Gubernur menekankan bahwa koordinasi yang baik antar lembaga menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memastikan program pembangunan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Selain itu, Gubernur juga mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan komunikasi, kolaborasi, serta respons cepat terhadap berbagai potensi permasalahan di daerah, guna menciptakan situasi yang kondusif bagi masyarakat Maluku Utara.
Rapat koordinasi ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antar pimpinan daerah dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan pembangunan di wilayah Provinsi Maluku Utara.
Dalam Kesempatan tersebut, Danrem 152/Baabullah, Brigjen TNI Enoh Solehudin, menyampaikan Rakor ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antar pimpinan Daerah dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan pembangunan di wilayah Provinsi Maluku Utara.
"Dalam kegiatan rapat komunikasi pimpinan Daerah memperkuat sinergi lintas sektor, mendukung penuh kebijakan pemerintah Daerah dalam rangka percepatan pembangunan di Provinsi Maluku Utara, pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat," ujarnya. (Tim/Red).
