Foto bersama usai kegiatan dialog
Haltim, ST - Yayasan Fasigaro Maluku Utara gelar dialog pendidikan, memperingati hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bertempat di Gedung Aula SMA Negeri 2 Halmahera Timur, Senin (04/05/2026) beberapa waktu lalu.
Giat tersebut sebagai langkah awal untuk melihat lebih jelih berbagai rentetan problem pendidikan di Maluku Utara.
Dialog dengan tema, "Quo Vadis Pendidikan Maluku Utara", adalah bentuk keresahan pendidikan di Maluku Utara. Berdasarkan data BPS, Provinsi Maluku Utara secara keseluruhan terdapat 35 ribu anak yang putus sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menyampaikan pendidikan membutuhkan langkah kolaboratif dari seluruh elemen.
Menurutnya, partisipasi dan dukungan masyarakat menjadi kunci penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Waktu belajar di sekolah terbatas, sementara proses pembelajaran juga berlangsung di tengah masyarakat.
"Karena itu, dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan iklim yang kondusif, sehingga relasi sosial dapat menjadi ruang belajar bagi peserta didik. Diperlukan kesamaan spirit, agar apa yang diperoleh di sekolah dapat diperdalam di kehidupan bermasyarakat," ucapnya.
Abubakar, juga menegaskan kembali bahwa dukungan dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan.
Selain itu, Ia, memberikan apresiasi kepada yayasan yang telah menyediakan ruang dialog dan diskusi. Menurutnya, sejak pandemi COVID-19, kegiatan diskusi dan seminar menurun drastis, padahal forum-forum tersebut penting dalam membangun ekosistem pengembangan sumber daya manusia.
Sementara, Ketua Yayasan Fasigaro Maluku Utara, Muhajir Rasid, mengayakan melalui dialog pendidikan agar memberikan solusi-solusi terbaik. Selain itu juga, membentuk pendidikan dengan menghadirkan rumah baca untuk mengantisipasi dan memberantas buta huruf.
"Kami tetap berupaya memberikan solusi-solusi terbaik melalui dialog pendidikan ini. Dari dialog pendidikan ini kami Yayasan Fasigaro Maluku Utara akan membuat rumah baca di Kecamatan Wasile Tengah, sebagai langkah kecil minimal untuk memberantas buta huruf, jadi setidaknya kami punya upaya," ujarnya.(Wadi).
