Ilustrasi krisis BBM
Halteng, ST - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Pekerja Indonesia Merdeka, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (FSPIM-KPBI) Kabupaten Halmahera Tengah, Sahrudin Abdu, turut mendesak Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk segera menangani krisis ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sedang terjadi.
Sahrudin, menyampaikan kondisi ini sangat berdampak pada pendapatan para pekerja, khususnya tenaga kerja Indonesia yang beraktivitas di wilayah Halmahera Tengah. Lebih jauh, ia menyoroti kondisi yang dialami oleh karyawan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT IWIP).
Menurutnya, krisis BBM menjadi masalah yang sangat berat mengingat peraturan perusahaan yang berlaku cukup ketat, sementara para karyawan sangat bergantung pada bahan bakar minyak untuk kebutuhan transportasi menuju tempat kerja.
“Saya berharap Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Provinsi dapat segera mencari solusi dan jalan keluar secepat mungkin demi nasib para pekerja dan buruh di PT IWIP,” tegasnya, Kamis (26/03/2026).
Selain mendesak pihak berwenang, Pengurus DPC FSPIM-KPBI beserta Pengurus Unit Kerja (PUK) PT IWIP juga menghimbau seluruh jajaran manajemen PT IWIP untuk dapat bekerja sama dan memahami situasi yang terjadi.
Mengingat kondisi yang sedang tidak memungkinkan, pihak serikat pekerja berharap perusahaan dapat memberikan toleransi, baik bagi karyawan yang datang terlambat maupun yang tidak dapat hadir ke tempat kerja akibat keterbatasan atau ketidaktersediaan BBM.(Tim/Red).
