Berlangsungnya kegiatan
Jakarta - Nawaning Nusantara DKI Jakarta menggelar kajian rutin yang dirangkaikan dengan peringatan Maulidur Rasul SAW. Kegiatan tersebut diisi dengan zikir bersama, pembacaan dan kajian Kitab Al-Arba’in An-Nawawiyah, serta doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negeri. Senin (14/9).
Peringatan Maulidur Rasul menjadi momentum bagi keluarga besar Nawaning Nusantara DKI Jakarta untuk meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi bangsa dan masyarakat.
Dalam kegiatan itu, para peserta juga memanjatkan doa untuk Indonesia melalui agenda bertajuk “Munajat Cinta untuk Negeri”. Munajat tersebut menjadi ungkapan cinta dan kepedulian terhadap bangsa, sekaligus harapan agar Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian dan keberkahan serta dijauhkan dari berbagai musibah dan perpecahan.
Koordinator Wilayah Nawaning Nusantara DKI Jakarta, Ning Hj. Eka Fitri Rohmawati atau yang akrab disapa Ning Afie, mengatakan munajat tersebut merupakan salah satu bentuk ikhtiar batin masyarakat dalam mendoakan kondisi bangsa.
“Munajat ini adalah bentuk ikhtiar batin kita sebagai bagian dari masyarakat. Kita ingin negeri ini selalu dalam lindungan Allah SWT, masyarakatnya diberikan ketenteraman, dan para pemimpinnya diberikan kekuatan serta kebijaksanaan dalam menjalankan amanah,” ujar Ning Afie.
Selain peringatan Maulidur Rasul, kajian Kitab Al-Arba’in An-Nawawiyah juga menjadi bagian dari kegiatan rutin Nawaning Nusantara DKI Jakarta.
Melalui kajian hadis-hadis pilihan tersebut, para peserta diajak tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat hingga kehidupan berbangsa.
Ning Afie berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat keilmuan dan spiritualitas para peserta. Kegiatan itu juga diharapkan menjadi wadah bagi perempuan-perempuan pesantren untuk terus berkontribusi memberikan manfaat bagi umat dan bangsa.
“Maulidur Rasul menjadi momentum untuk meneladani Rasulullah SAW, kajian menjadi jalan untuk menambah ilmu, dan munajat menjadi ikhtiar untuk menitipkan negeri kepada Allah SWT,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk harapan agar Indonesia senantiasa berada dalam keadaan aman, damai dan penuh keberkahan. (Tim/Red).
