Al Yasin Ali
Ternate, ST - Kabar duka menyelimuti keluarga besar Gerakan Kebangkitan Maluku Utara (Gerbang Malut). Tokoh masyarakat Maluku Utara sekaligus mantan Bupati Halmahera Tengah dan Wakil Gubernur Maluku Utara, Almarhum A. Yasin Ali, telah berpulang ke Rahmatullah.
Kepergian A. Yasin Ali meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Gerbang Malut. Organisasi tersebut menyampaikan belasungkawa sekaligus doa terbaik bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
Pembina Gerbang Malut, Muliansyah Abdurrahman, mewakili seluruh pengurus dan kader, menyebut A. Yasin Ali sebagai sosok panutan, negarawan, serta salah satu putra terbaik Maluku Utara.
"Kami keluarga besar Gerbang Malut sangat kehilangan. Almarhum A. Yasin Ali adalah sosok panutan, negarawan, dan putra terbaik Malut yang pemikiran serta pengabdiannya akan selalu menjadi inspirasi bagi kami. Selamat jalan Bapak. Jasa-jasamu akan terus hidup di hati masyarakat Maluku Utara,” ujar Muliansyah, Sabtu (15/08/2026).
Menurutnya, jejak pengabdian dan pemikiran almarhum tidak hanya menjadi kenangan bagi keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan pembangunan dan kehidupan masyarakat Maluku Utara.
Gerbang Malut turut mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni seluruh dosa dan kekhilafannya, serta diberikan husnul khatimah.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Gerbang Malut, Ali Talib, yang juga merupakan putra Halmahera Tengah, turut menyampaikan rasa kehilangan atas berpulangnya A. Yasin Ali.
Ali menilai sosok almarhum memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat, khususnya masyarakat Halmahera Tengah dan Maluku Utara secara umum.
“Sebagai putra Halmahera Tengah, tentu saya sangat merasa kehilangan. Beliau adalah sosok yang telah memberikan banyak pengabdian bagi daerah dan masyarakat. Semoga segala amal baik dan pengabdiannya mendapat balasan terbaik dari Allah SWT,” tutup Ali Talib.
Keluarga besar Gerbang Malut juga menyampaikan doa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi kepergian almarhum. (Tim/Red).
