News

Sikap Tak Etis di Praktekkan, Wartawan Sesalkan Oknum PM TNI AD di Pelabuhan Ferry Bastiong Ternate

Sebarkan:

 

Gerbang utama masuk pelabuhan ferry cabang Ternate 

Ternate, ST - Seorang wartawan mitra ASDP sekaligus Kepala Perwakilan media Investigasi86.com Maluku Utara menyayangkan sikap dan cara bicara salah satu oknum Polisi Militer (PM) TNI AD yang bertugas di lingkungan Pelabuhan Penyeberangan PT Ferry Bastiong, Ternate.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat, (26/06/2026), saat anaknya mengalami kecelakaan kecil terkena palang pintu masuk pelabuhan.

Kejadian berlangsung ketika wartawan tersebut bersama ketiga anaknya melintasi pintu masuk pelabuhan dengan menggunakan dua sepeda motor. Anak yang mengendarai motor kedua masuk paling akhir, tepat saat palang pintu beroperasi secara otomatis. Secara tiba-tiba palang itu turun dan membentur bagian kepala serta pelipis kanan anaknya yang baru berusia 7 tahun dan duduk sebagai penumpang.

Akibat benturan itu, anak tersebut hampir terjatuh ke belakang, namun berhasil ditarik oleh kakaknya yang menyetir sehingga tidak terlempar ke aspal. Meski selamat dari kejatuhan, pelipis dan mata kanan si anak terlihat langsung bengkak dan memar membiru, serta tampak kesakitan.

Alih-alih menenangkan atau memberikan arahan dengan bahasa yang baik, oknum PM yang datang menghampiri justru melontarkan ucapan yang dianggap tidak sopan dan menyakitkan hati.

Ia hanya berkata singkat: “Itu disana itu palang otomatis, setelah satu kendaraan masuk habis itu baru satu lagi masuk. Ngana terlalu sawang, makanya masuk begitu.”

Menurut wartawan tersebut, ucapan seperti itu tidak mencerminkan akhlak dan karakter seorang aparat negara. “Sebagai aparat, seharusnya memberi penjelasan dan nasihat dengan cara yang halus. Tidak semua orang paham cara kerja palang otomatis, apalagi ini anak-anak yang jarang melintas di tempat seperti ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kekecewaannya mengingat selama ini rekan-rekan media selalu membantu memberitakan berbagai kegiatan positif TNI, khususnya yang berada di lingkungan Korem 152/Baabullah.

Dengan begitu, Wartawan tersebut meminta agar Komandan Polisi Militer melakukan evaluasi terhadap oknum yang bersangkutan. “Harusnya dalam berkomunikasi dengan masyarakat selalu didahulukan etika dan kesopanan, bukan ucapan yang terkesan menyalahkan tanpa rasa empati,” tegasnya.

Ia juga menegaskan akan terus memantau kinerja oknum tersebut di lapangan. Jika sikap tidak etis itu terulang kembali kepada masyarakat, dirinya bersama rekan-rekan dari Grup Media Sniper Pers Maluku Utara yang menaungi sekitar 12 media akan menjadwalkan pertemuan resmi dengan Danpom Ternate untuk membahas masalah ini lebih lanjut. (Tim/Red). 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini