News

Panen Garam Kedua Demplot Umiyal Capai 361 Kilogram, Program TEKAD Terus Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Sebarkan:

 

Foto bersama usai panen garam

Halteng, ST - Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Kabupaten Halmahera Tengah kembali menunjukkan hasil yang menggembirakan. Demostrasi Plot (Demplot) tambak garam yang berlokasi di Desa Umiyal, Kecamatan Pulau Gebe, berhasil melaksanakan panen garam kedua dengan total produksi mencapai 361 kilogram.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting karena tambak garam yang dikembangkan melalui Program TEKAD tersebut merupakan usaha produksi garam pertama di Provinsi Maluku Utara yang dikembangkan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat desa. 

Produksi garam lokal ini diharapkan dapat menjadi alternatif sumber pendapatan masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan bahan baku pengolahan ikan asin yang selama ini menjadi salah satu mata pencaharian utama warga Desa Umiyal.

Ketua kelompok Gasi Talaga Ijo, Rahmat Sabtu, menyampaikan bahwa keberadaan demplot garam telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selama ini warga masih bergantung pada pasokan garam dari luar daerah untuk kebutuhan rumah tangga maupun pengolahan hasil perikanan. Dengan adanya produksi garam lokal, masyarakat menjadi lebih mudah memperoleh garam dengan harga yang lebih terjangkau.

“Keberadaan demplot garam ini sangat membantu masyarakat. Selama ini kami harus membeli garam dari luar daerah, sementara sekarang sudah bisa diproduksi sendiri di desa. Selain membantu kebutuhan masyarakat, kegiatan ini juga memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi kelompok dalam mengelola usaha produksi garam,” ujarnya, Minggu (07/06/2026). 

Menurutnya, meskipun produksi yang dihasilkan saat ini masih dalam skala kecil, masyarakat mulai melihat peluang besar dari usaha tersebut. Apalagi kondisi geografis Desa Umiyal yang berada di wilayah pesisir sangat mendukung pengembangan tambak garam pada masa mendatang.

Kepala Desa Umiyal, Buharai Gasim, menyampaikan apresiasi kepada Program TEKAD yang telah menghadirkan inovasi ekonomi baru bagi masyarakat desa. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa akan terus memberikan dukungan terhadap keberlanjutan usaha tambak garam tersebut.

“Kami selaku pemerintah desa sangat mendukung dan mensupport kegiatan ini. Program seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat karena mampu membuka peluang usaha baru yang sesuai dengan potensi desa. Produksi garam yang dihasilkan saat ini memang masih terbatas, tetapi kami melihat prospeknya sangat baik untuk dikembangkan lebih besar lagi,” kata Buharai.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah desa telah berkoordinasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar hasil produksi garam yang dipanen dapat diserap terlebih dahulu oleh BUMDes sebelum dipasarkan kembali kepada masyarakat.

“Saya sudah berkomunikasi dengan pengurus BUMDes agar hasil panen garam ini dibeli dan dikelola oleh BUMDes. Selanjutnya dapat dijual kembali kepada masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini dilakukan agar perputaran ekonomi tetap berada di desa dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Umiyal,” tambahnya.

Buharai, berharap produksi garam dapat terus meningkat sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Umiyal, tetapi juga dapat dipasarkan ke desa-desa lain di Kecamatan Pulau Gebe.

Fasilitator Pengembangan Ekonomi Kabupaten Halmahera Tengah, Adam Basirun, menjelaskan bahwa total produksi panen kedua mencapai 361 kilogram yang berasal dari dua unit tambak garam yang saat ini beroperasi.

“Dari hasil panen kali ini, tambak pertama menghasilkan sebanyak 177 kilogram garam, sedangkan tambak kedua menghasilkan 184 kilogram. Jika digabungkan, total produksi mencapai 361 kilogram. Ini merupakan hasil yang cukup baik mengingat jumlah tambak yang ada saat ini baru dua unit,” jelas Adam.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa usaha tambak garam memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan di Desa Umiyal. Oleh karena itu, Program TEKAD akan terus mendorong peningkatan kapasitas produksi melalui pengembangan Rumah Inovasi dan Teknologi Desa (RITD).

“Kami berharap pada tahun 2026 melalui dukungan Program TEKAD dan Rumah Inovasi dan Teknologi Desa, jumlah tambak garam dapat ditambah menjadi empat hingga lima unit. Dengan penambahan tersebut, produksi garam diperkirakan dapat meningkat hingga mendekati satu ton setiap periode panen,” ujarnya.

Adam juga menjelaskan bahwa pengembangan usaha garam tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengolahan produk agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

“Kami ingin garam yang dihasilkan nantinya tidak hanya dijual dalam bentuk bahan baku, tetapi juga diolah menjadi garam premium dengan kemasan yang lebih menarik. Untuk itu, perlu dipersiapkan proses pengurusan izin PIRT, sertifikasi halal, desain kemasan, serta strategi pemasaran agar produk garam Umiyal dapat bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.

Ia menambahkan bahwa apabila pengembangan ini berjalan dengan baik, usaha garam dapat menjadi salah satu produk unggulan Desa Umiyal yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan.

Sementara, Fasilitator Kecamatan Pulau Gebe, Firdana, menyampaikan bahwa pendampingan kepada kelompok penerima manfaat terus dilakukan agar kegiatan produksi garam dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kami selalu memberikan motivasi dan pendampingan kepada kelompok penerima manfaat agar tetap semangat mengembangkan usaha ini. Keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga oleh komitmen kelompok untuk terus belajar dan memperbaiki pengelolaan usaha,” ujar Firdana.

Senada dengan itu, Nursita yang juga sebagai Fasilitator Kecamatan Pulau Gebe, menegaskan bahwa masyarakat perlu menjaga semangat kebersamaan dan kerja sama dalam mengelola tambak garam agar usaha yang telah dirintis dapat berkembang menjadi usaha ekonomi produktif yang memberikan manfaat jangka panjang.

“Kami berharap kelompok tetap kompak dan konsisten. Potensi usaha garam di Desa Umiyal sangat besar. Jika dikelola dengan baik, usaha ini dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekaligus menjadi contoh pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal di wilayah kepulauan,” ungkapnya. (Tim/Red).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini