Nurlaela Syarif saat melakukan reses di salah satu puskesmas di Ternate tengah
Ternate, ST - Anggota DPRD Kota Ternate Dapil Kota Ternate Tengah, Nurlaela Syarif menyoroti kebijakan Pemerintah Kota Ternate terkait penyakit ATM (AIDS (HIV/AIDS), Tuberkulosis (TBC), dan Malaria), yang menjadi titik fokus perhatian kesehatan masyarakat.
Dalam temuan reses jalin aspirasi di beberapa fasilitas kesehatan atau Faskes di Kota Ternate Tengah, ketiga penyakit ini sering dikelompokkan bersama karena angka kasusnya masih tinggi dan memerlukan strategi penanggulangan bersama.
Menurut Nurlaela Syarif, data kumulatif angka HIV/AIDS Kota Ternate berkisar 800 penderita, dan secara prosentasi tinggi di angka 3 persen dari target Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030 harus 1 persen.
Temuan dari hasil reses misalkan di salah satu faskes puskesmas di kecamatan Ternate Tengah, jumlah pasien HIV total 98 orang. Yang dalam proses pengobatan sebanyak 71 orang, Lost to Follow-Up (LFU) 16 orang, dan meninggal sebanyak 7 orang.
Selain itu temuan soal ketersediaan obat yang kosong jenis Benzatine Peniciline, untuk pengobatan pasien dengan sifilis.
Bagi Nurlaela sebagai salah satu legislator yang konsen persoalan ini adalah penyebaran HIV dan AIDS, pada golongan usia harus menjadi kewaspadaan kolektif tidak hanya pemerintah daerah, namun tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua dan warga Kota Ternate.
"Harus waspada karena data menunjukan golongan usia penderita HIV dan AIDS untuk kategori usia 40-50 tahun sebanyak 10 orang, usia 15-39 sangat tinggi dengan jumlah 88 orang," tegas Nurlaela, kepada media ini, Kamis (14/05/2026).
Kewaspadaan ini penting melalui sosialisasi dan edukasi serta pendampingan kepada kelompok rentan perilaku seks bebas pada kategori penularan, lelaki sesama lelaki (LSL) sebagai pasangan paling beresiko.
Pasien Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang menular melalui kontak seksual (vaginal, oral, anal) atau cairan tubuh, sering menyerang remaja dan dewasa muda. Ini kerap banyak juga di kalangan remaja Kota Ternate dengan keluhan kencing bernanah.
Kata Politisi NasDem, agar perilaku ini tidak menyebar dan beresiko bagi lingkungan pergaulan remaja, selain di beri pengobatan dan edukasi agar menjaga perilaku seksual, bahaya penyakit HIV dan AIDS, tidak berganti pasangan, penggunaan kondom, dan vaksinasi.
"Resiko kena HIV biasanya pasien dengan IMS di skrining HIVnya bila negatif di ulang kembali 3 bulan. Bila positif pada skrining awal 1x pemeriksaan di lanjutkan ke Reagen 2 dan 3 untuk hasil diagnosa," jelasnya.
Nurlaela yang juga anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, berharap setiap faskes dan Dinas Kesehatan giat melakukan optimalisasi kerjasama dengan sejumlah komunitas penggiat pendampingan seperti Yayasan Partisipasi Muda (YPM), Batamang Plus, Zip dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Manado, dan seluruh jaringan kelurahan, dasawisma, serta jenjang pendidikan. (Tim/Red).
