News

Ratusan Penumpang Berhasil di Evakuasi Dalam Insiden Kandasnya KM Intim Teratai, Data Penumpang Diduga Melebihi Manifest

Sebarkan:

 

Suasana tim SAR gabungan mengevakuasi penumpang

Ternate, ST - TIM SAR Gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi seluruh penumpang Kapal Motor (KM) Intim Teratai yang kandas di perairan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), pada Selasa (17/02/2026). 

Sesuai kronologinya, saat KM Intim Teratai bertolak dari pelabuhan kupal menuju pelabuhan Bastiong Ternate pada 16 Februari 2026 sekitar pukul 21.00 wit. Namun, pada 17 Februari 2016 pukul 04.45 wit, kapal mengalami kandas dan miring di perairan pulau makian, Halmahera Selatan.

Sebanyak 246 penumpang berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan, 14 penumpang dilaporkan mengalami luka berat dan dirawat di RSUD Chasan Boesoirie, Ternate. Sebagian korban mengalami patah kaki tulang belakang, selain itu, jumlah korban luka ringan masih dalam pendataan.

Jumlah penumpang yang dievakuasi mencapai 246 orang, jauh melebihi data manifest resmi yang mencatat 144 penumpang. Sementara yang tidak tercatan manifest 122

Kepala Basarnas Kota Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan KM Intim Teratai masih dalam kondisi kandas. Jadi 246 penumpang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Ia membenarkan bahwa berdasarkan manifest resmi, jumlah penumpang tercatat 144 orang. Namun, terkait dugaan kelebihan kapasitas penumpang, Ia menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan.

Soal penyebab kapal kandas, Iwan menyarankan agar hal tersebut ditanyakan kepada Direktorat Kepolisian Perairan laut dan Udara (Polairud) Polda Maluku Utara.

“Alhamdulilah korban semua dalam keadaan selamat. Korban yang alami luka berat ada 14 orang,” ujarnya.

AKBP Eddy Daulay, Wakil Direktur Polairud Polda Malut, mengatakan belum dapat memberikan keterangan rinci terkait dugaan kelebihan kapasitas penumpang maupun penyebab kapal kandas karena masih dalam tahap penyelidikan.

“Kita sudah selesai evakuasi tadi, jadi kita akan lakukan penyelidikan. Apa penyebab kapal sampai kandas, kita belum bisa menduga-duga,” pungkasnya. (Red). 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini