Kadis Pendidikan Kota Ternate, Muchlis Djumadil
Ternate, ST - Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Muchlis Djumadil, memberikan tanggapan terkait terjadinya dugaan kasus bullying yang menimpa siswa di SD Negeri 32 Kota Ternate, Maluku Utara.
Menurut Muchlis, fenomena bullying bukanlah hal yang baru atau hanya terjadi di sekolah tertentu saja. Kasus serupa kerap ditemui di berbagai tempat, termasuk di wilayah Kota Ternate.
"Kejadian ini bukan hal yang mungkin baru, tapi ini memang sudah di mana-mana juga pasti terjadi, seperti di Kota Ternate termasuk dengan bullying itu juga," ujarnya, Kamis (05/02/2026).
Ia menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan Kota Ternate secara rutin memberikan arahan dan pembinaan kepada para kepala sekolah serta guru-guru lainnya. Tujuannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap murid-murid.
"Kita dari Dinas Pendidikan selalu memberikan kepada kepala-kepala sekolah maupun guru yang lain, memberikan arahan atau dikasih yang lain, jangan ada terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan ini terjadi di anak muridnya," ucapnya.
Muchlis juga mengakui bahwa pada masa lalu, tindakan semacam itu sering dianggap sebagai hal biasa. Namun, di era sekarang, sikap tersebut tidak lagi dapat ditolerir. Bahkan tindakan kecil terhadap murid pun dapat berujung pada sanksi.
"Hal ini kalau dulu-dulu saya mengalami hal yang begini saya anggap hal yang biasa, tapi dengan sekarang ini kita buat sedikit ke murid saja kita di sangsi," pungkasnya.
Kasus bullying di lingkungan sekolah, khususnya di tingkat SD, menjadi perhatian serius berbagai pihak di Kota Ternate. Dinas Pendidikan terus mendorong upaya pencegahan melalui pembinaan dan pengawasan yang lebih ketat di sekolah-sekolah.
Ia berharap dengan adanya arahan dan sanksi yang tegas, kasus perundungan dapat diminimalisir demi terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa di Kota Ternate. (Tim/Red).
