Taufik Asnawi foto bersama kedua orang tua usai pelantikan Infantri TNI-AD
Halsel, ST - Terik matahari dan hamparan laut di pesisir Kayoa Selatan menjadi saksi perjalanan panjang Taufik Asnawi, pemuda asal Desa Ngute-Ngute, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, dalam meraih cita-citanya menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).
Lahir pada 18 Februari 2004. Pendidikan formal diselesaikan di SDN 202 Halsel, SMP Negeri 12 Halsel, dan SMA Negeri 10 Halsel.
Taufik tumbuh dari keluarga sederhana. Ayahnya, Asnawi Muhammad, dan ibunya, Sayang Hj. Taif, menggantungkan hidup dari hasil pertanian kelapa. Pendapatan yang tidak menentu—terkadang naik, sering pula turun—tidak pernah memadamkan semangat Taufik untuk terus bermimpi besar.
Sebagai anak kedua dari empat bersaudara, Taufik terbiasa hidup dalam keterbatasan. Namun justru dari situlah tekadnya ditempa.
Sejak kecil, ia bercita-cita mengenakan seragam loreng dan mengabdi untuk bangsa.Kerja keras dan doa panjang itu akhirnya berbuah manis.
Taufik dinyatakan lulus sebagai Tamtama TNI AD Gelombang Ketiga Tahun 2025 dan resmi dilantik pada Rabu, 4 Februari 2026.
Di usia 23 tahun, ia membuktikan bahwa latar belakang keluarga petani bukanlah penghalang untuk meraih prestasi dan mengabdi kepada negara.
Kisah Taufik menjadi inspirasi bagi banyak anak muda di wilayah kepulauan, khususnya di Halmahera Selatan. Dari desa kecil di pesisir Kayoa, lahir semangat besar untuk Indonesia.
“Selama ada kemauan dan keyakinan, keterbatasan bukan alasan untuk menyerah,” demikian pesan yang tercermin dari perjalanan hidup Taufik Asnawi—seorang anak petani kelapa yang kini resmi menjadi prajurit penjaga negeri. (Red).
