Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban
Halbar, ST - Telah terjadi kondisi membahayakan jiwa manusia bahwa satu orang nelayan hilang contak di perairan Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Kecamatab Ibu. Informasi hilangnya nelayan tersebut diterima Kantor SAR Ternate dari Bpk. Robert (Rekan Korban).
Kronologi kejadian, pada tanggal 20 Januari 2026 sekitar pukul 12.00 WIT, korban berpamitan kepada rekannya yang sedang menjaga rumpon. Korban menyampaikan rencana menuju Kecamatan Ibu menggunakan longboat, dengan tujuan melanjutkan perjalanan mudik ke Bitung, Sulawesi Utara melalui Pelabuhan Jailolo.
Rekan korban sempat melarang untuk berangkat karena kondisi cuaca sedang buruk, namun korban tetap melanjutkan perjalannya. Pada tanggal 21 Januari sekitar pukul 12.00 WIT, Istri korban menghubungi Bapak Robert untuk menanyakan keberadaan korban.
Namun, setelah dilakukan penelusuran dengan menanyakan kepada rekan-rekan korban, tidak ada yang mengetahui keberadaan korban, dan korban juga tidak dapat dihubungi.
Pada tanggal 24 Januari 2026 pukul 06.50 WIT, Bapak Robert melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Ternate dan meminta perbantuan SAR.
"Pada tanggal 24 Januari 2026 pukul 07.05 WIT, Kantor SAR Ternate memberangkatkan Tim SAR Gabungan dengan Kapal KN SAR 237 Pandudewanata bergerak menuju LKK untuk melaksanakan pencarian korban," jelas Iwan Ramdani selaku Kepala Kantor SAR Ternate, Sabtu (24/01/2026).
Iwan menambahkan, jarak dari pelabuhan Ahmad Yani Ternate menuju LKP yaitu 36.64 NM dan Tim akan melaksanakan pencarian di perairan sebelah Barat Kabupaten Halmahera Barat dengan luas area pencarian ± 114 Nm.
Unsur yang terlibat, Tim Rescue Kansar Ternate, Polairud Polda Malut, Lanal Ternate, dan Keluarga Korban.
Identitas Korban, nama Resin, usia 45 Tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan beralamat Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. (Red).
